Strategi belajar mengajar
penyelesaian masalah adalah bagian dari strategi belajar mengajar inkuiri.
Strategi belajar mengajar pemecahan masalah memberi tekanan pada
terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Pentingnya strategi belajar
mengajar ini oleh karena belajar pada prinsipnya adalah suatu proses interaksi
antara manusia dan lingkungannya.( W,Gulo, 2002: 111)
Menurut Lawrence Senesh (dalam
W.Gulo, 2002: 115-116), tahap-tahap penyelesaian masalah adalah sebagai
berikut:
a.
Menemukan gejala-gejala
problematik ( symptus of the problem)
b.
Mempelajari aspek-aspek
permasalahan (aspects of the problem)
c.
Mendefinisikan masalah ( definition of the problem)
d.
Menentukan ruang lingkup
permasalahan ( scope of the problem)
e.
Menganalisis sebab-sebab
masalah ( causes the problem)
f.
Penyelesaian masalah ( solution of the problem)
Sementara itu, menurut David Johnson
& Johnson (dalam W.Gulo, 2002: 116-122) penyelesaian masalah dilakukan
melalui kelompok. Suatu isu yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam pelajaran
diberikan kepada siswa untuk diselesaikan. Masalah yang dipilih mempunyai sifat
conflict issue atau kontroversial,
masalah yang dianggap penting (important),
urgen dan dapat diselesaikan.
Prosedur penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut:
a.
Mengidentifikasi masalah
b.
Mendiagnosis masalah
c.
Merumuskan alternatif strategi
d.
Menentukan dan menerapkan
strategi
e.
Mengevaluasi keberhasilah
strategi
Dalam buku yang ditulis oleh Saiful
Bahri D dan Aswan Zain, (1995: 92-93) Metode problem solving mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
a.
Kelebihan
1)
Metode ini dapat membuat
pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dalam
dunia kerja.
2)
Proses belajar mengajar melalui
pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah
secara terampil.
3)
Metode ini merangsang
pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreati dan menyeluruh.
b.
Kekurangan
1)
Menentukan suatu masalah yang
tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa, tingkat sekolah dan
kelasnya serta pengetahuannya dan pengalaman yang telah dimiliki siswa sangat
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
2)
Proses belajar mengajar yang
menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering
terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
3)
Mengubah kebiasaan siswa
belajar dengan mendengarkan dam menerima informasi dari guru menjadi belajar
dengan banyak berfikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok yang
kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan
tersendiri bagi siswa.

No comments:
Post a Comment