Kata “IPA” merupakan singkatan dari
kata “Ilmu Pengetahuan Alam” yang merupakan terjemahan dari bahasa inggris “Natural Science” atau “Science”.
Natural artinya alamiah, berhubungan dengan alam atau sangkut paut deangan alam. Science artinya ilmu pengetahuan. Jadi
Ilmu Pengetahuan Alam atau Science
secara harafiah dapat disebut sebagai ilmu tentang alam ini, ilmu yang
mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. (Srini M Iskandar, 1997:
2)
Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dalam arti sempit adalah disiplin ilmu yang terdiri dari
physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologis). Termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu
astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorology, dan fisika. Sedang life sciences meliputi biologi (anatomi,
fisiologi, zoology, citilogi, embriologi, mikrobiologi). Dari aspek ontology
(apakah yang ingin kita ketahui?) dan dari aspek epistimilogi (bagaimanakah
cara kita memperoleh ilmu pengetahuan?). James Conant (dalam Usman Samatowa,
2006: 1) mendefinisikan sains sebagai
suatu deretan konsep sertta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain,
dan yang tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk
diamati dan dieksperimentasikan lebih lanjut. Kemudian Whitehead (dalam Usman
Samatowa, 2006: 1) menyatakan bahwa sains
dibentuk karena pertemuan dua orde pengalaman. Orde pertama adalah orde
observasi yang didasarkan pada hasil observasi terhadap gejala atau fakta. Orde
kedua adalah konseptual yang didasarkan pada konsep-konsep manusia mengenai
alam.
Dalam pembelajaran IPA seorang guru
dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai
sumber belajar. Alam sekitar merupakan sumber yang paling otentik dan tidak
akan habis digunakan. IPA untuk anak-anak sekolah dasar harus dimodifikasi agar
anak-anak dapat mempelajarinya. Ide-ide dan konsep-konsep harus disederhanakan
agar sesuai dengan kemampuan anak-anak memahaminya.

No comments:
Post a Comment