Pendekatan Inquiri merupakan pendekatan yang dimaksudkan untuk mengembangkan ketrmpilan untuk memecahkan masalah melelui berfikir kritis. Sepeti yang kemukakan oleh Oemar Hambalik (2001:63), pengajaran berdasarkan inquiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok- kelompok sisiwa ke dalam suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan- pertanyaan di dalam suatu prosedur dan stuktur kelompok yang digariskan secara jelas.
Pengajaran inquiri menuntut siswa untuk menggunakan kemampuannya mencari jawaban atas suatu isu atau pertanyaan. Dengan demikian siswa diharapkan mampu menemukan konsep dan prinsip sendiri, bukan dengan dijejali materi. Dalam penggunaan pendekatan inquiri guru berperan sebagai fasilitator, nara sumber dan penyuluh kelompok.
Siswa dilibatkan untuk aktif berfikir dan menemukan pengertian yang ingin diketahuinya melalui pengumpulan data dan tes hipotesis. Secara umum dalam pendekatan ini, merupakan proses diman saintis mengajukan pertanyaan tantang alam dunia ini and bagaimana mereka secara sistematis mencari jawabannya.
Syarat Penggunaan Pendekatan Inquiri
Dalam penggunaan oendekatan inquiri diperlukan syarat- syaratnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi. Hal ini menuntut suasana bebas (permisif) di dalam kelas, dimana setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan atau hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kebebasan berbicara dan penghargaan trehadap pendapat yang berbeda perlu diperhatikan.
2. Inquiri berfokus pada hipotesis. Siswa perlu menydari bahwa pada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentative ( kebenaran bersifat sementara). Sikap terhadap pengetahuan yang demikian perlu dikembangkan. Dengan demikain, maka penyelesaian hipotesis merupakan focus strategi ini.
3. Penggunaan fakta sebagai evidensi. Di dalam kelas dibicarakan validasi dan reliabilitas tentang fakta sebagaimana dituntut dalam penyajiannhipotesis pada umumnya.
Macam – macam Inquiri
Guru dapat menentukan model inquiri yang cocok untuk diterapkan pada siswa. Sund Trowbridge (1973) mengemukaan tiga macam pendekatan inquiri, sebagai berikut :
a. Inquiri terpimpin
Inquiri terpimpin ( guide iinquiry ), peserta didik memperoleh pedoman sesuai yang dibutuhkan. Pedoman – pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaaan yang membimbing. Pendekatan ini digunakan terutama bagi peserta didik yang belum berpengalaman dengan model inquiri, dalam hal ini guru memberiakn bimbingan dan pengarahan yang cukup luas.
b. Inquiri bebas
Inquiri bebas ( free inquiry ), peserta didik melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Pada pembelajaran ini peserta dididk harus dapat mengidentifikasi dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diteliti.
c. Inquiri bebas yang dimodifikasi
Inquiri bebas yang dimodifikasi ( modified free inquiry ), disini guru memberikan permasalahan dan kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan masalah tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian (Mulyasa, 2007:109)
d. Langkah- langkah Pendekatan Inquiri
1. Mengidentifikasi dan merumuuskan persoalan yang menjadi fokus inquiri secara jelas.
2. Mengajukan msuatu pertanyaan tentang fakta.
3. Merumuskan hipotesis intuk menjawab pertanyaan pada langkah 2.
4. Mengumpulkan informasi yang relevan dengan hipotesis dan menguji setiap hipotesis dengan data yang telah dikumpulakan.
5. Merumuskan jawaban atas pertanyaan pokok dan menyatakan jawaban sebagai proposisi tentang fakta. Jawaban ini mungkin merupakan sintesis antara hipotesis yang diajukan dengan hasil – hasil dari hipotesis yang diuji dengan informasi yang terkumpul.
Dalam penggunaan pendekatan inquiri dapat disimpulkan langkah – langkahnya, sebagai berikut :
1. Strategi inquiri harus merumuskan dahulu tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan model inquiri yang jelas dan tepat serta mempertombangkan kemampuan masing- masimg siswa.
2. Pelaksanaan proses pembelajaran, peran guru dalam mengawasi dan membimbing siswa sangat penting untuk memberikan motivasi kepada siswa dalam bekerja, sehingga hasil yang diperoleh dapat sesuai dengan tujuan yang ingin divapai.
3. Laporan hasil yang dicapai pada pelaksanaan pembelajaran dapat dilaporkan seacra lisan maupun secara tertulis, sedangkan penilaiaannya dapat melalui tes ataupun nontes.
Kelebihan Pendekatan Inquiri
a. Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa.
b. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
c. Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, jujur, objektif, dan terbuka.
d. Mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
e. Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic.
f. Situasi belajar yang lebih menggairahkan.
g. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
h. Menghindarkan dari cara belajar tradisional.
Kelemahan Pendekatan Inquiri
a. Tidak sesuai untuk kelas dengan peserta diddik yang banyak.
b. Memerlukan fasilitas yang memadai.
c. Ketidakterkaitan materi dengan apa yang telah diperoleh siswa menyebabkan pelajaran terasa asing dan tidak menarik bagi siswa.
d. Kebebasan yang diberikan kepada siswa tidak selamanya dimanfaatkan secara obtimal.

No comments:
Post a Comment